PKM Berdampak di Rote Ndao, Undana Gelontorkan Rp1,19 Miliar dan Terjunkan 48 Tim Riset dan Pengabdian

BA’A – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026, Undana mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,19 miliar untuk mendukung pelaksanaan riset dan pengabdian di Kabupaten Rote Ndao.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Lobi Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (23/7/2026), yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si., bersama Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H. Momentum itu menjadi penanda dimulainya berbagai program riset dan pengabdian yang akan dilaksanakan oleh puluhan tim akademisi Undana di berbagai wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Program ini mengusung tema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Kabupaten Rote Ndao, Mewujudkan World Class–Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi cerminan visi Undana untuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Menurutnya, kampus tidak lagi cukup menjalankan fungsi akademik dari ruang kuliah maupun laboratorium, tetapi harus turun langsung ke lapangan agar hasil riset benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kampus harus keluar dari temboknya dan hadir langsung menyelesaikan persoalan di masyarakat. Kontrak sosial kami adalah menghadirkan riset yang berdampak, bukan sekadar teori di atas kertas,” tegas Dr. Rudi Rohi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut serta membuka ruang kolaborasi yang luas bagi para akademisi Undana.

Sementara itu, Person in Charge (PIC) PKM Undana Kabupaten Rote Ndao, Prof. Dr. Yantus A.B. Neolaka, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa PKM Berdampak tahun ini melibatkan 48 tim riset dan pengabdian yang diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Rote Ndao.

Tim tersebut terdiri atas guru besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai fakultas serta Program Pascasarjana. Sejumlah guru besar yang turut ambil bagian di antaranya Prof. Dr. Jimmy Pello, S.H., M.S. dan Prof. Dr. David B.W. Pandie, M.S.

“Tahun ini kita fokus pada program yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga. Seluruh hasil riset akademik diturunkan ke lapangan melalui pendekatan sistem kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, program pengabdian tersebut menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi sumber daya lokal, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan desa.

Bupati Sebut Undana Pahami Kebutuhan Masyarakat

Komitmen Undana itu mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk. Ia menilai Undana merupakan perguruan tinggi yang paling memahami karakteristik, tantangan, dan kebutuhan masyarakat NTT, terutama masyarakat Rote Ndao, sehingga mampu menghadirkan solusi pembangunan yang tepat sasaran.

“Saya meyakini universitas yang tahu persis permasalahan kita di NTT, termasuk di Rote Ndao, adalah Undana. Jujur saja, saya tidak terlalu bersemangat jika harus mengundang perguruan tinggi dari luar NTT karena mereka tidak paham kondisi riil kita di daerah,” tegas Paulus.

Ia berharap berbagai inovasi yang dihasilkan Undana dapat memberikan kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan angka stunting, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pengembangan potensi lokal Kabupaten Rote Ndao.

Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, Bupati Paulus turut mengajak para dosen dan guru besar Undana untuk berpartisipasi dalam program “Rote Ndao Mengajar” yang akan segera diluncurkan. Program tersebut bertujuan menghadirkan akademisi sebagai inspirator bagi siswa SD hingga SMA di 32 sekolah melalui semangat Mai Fali E atau kembali membangun Rote.

Menurutnya, kisah sukses dan pengalaman hidup para dosen maupun profesor Undana akan menjadi motivasi yang membekas bagi generasi muda Rote Ndao.

Melalui Program PKM Berdampak 2026, Undana optimis akan menghadirkan inovasi guna mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat posisinya sebagai World Class–Locally Relevant University. (Alberto)

Editor : R. Molina – Foto : Dok. FPKP Undana

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *