KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) melangsungkan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 melalui kegiatan jalan sehat yang dipadukan dengan aksi pemungutan sampah lingkungan pada Jumat (17/7/2026). Berpusat di Kampus Undana Walikota, ratusan sivitas akademika menyusuri sejumlah ruas jalan dan ruang publik utama di Kota Kupang guna mengumpulkan sampah plastik serta limbah anorganik di sepanjang rute perjalanan.
Pada kesempatan kali ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bersama Program Pascasarjana Undana dipercaya bertindak sebagai panitia penyelenggara. Rute jalan sehat dimulai dari Kampus Undana Walikota, melintasi kawasan GMIT Kota Baru, Taman Nostalgia (Tamnos), serta ruas jalan di sekitarnya sebelum akhirnya finis kembali di Kampus Undana Walikota.
Aksi Pemungutan Sampah dan Penguatan Budaya Kebersamaan Kampus



Sepanjang penelusuran rute, para peserta secara aktif mengumpulkan sampah plastik dan berbagai jenis sampah anorganik lainnya untuk dikelola lebih lanjut. Inisiasi ini menjadi bagian dari komitmen nyata Undana dalam mendorong keterlibatan sivitas akademika melalui aksi sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi kebersihan lingkungan, sekaligus mempererat hubungan antara pihak kampus dengan masyarakat luas.
Usai merampungkan jalan sehat dan aksi pemungutan sampah, seluruh peserta mengikuti sesi senam bersama. Panitia penyelenggara turut memberikan apresiasi kepada peserta maupun kelompok yang menunjukkan partisipasi paling aktif selama kegiatan berlangsung, baik dalam aksi kebersihan lingkungan maupun kelancaran acara, sebagai bentuk penghargaan atas semangat kolaborasi dan kebersamaan.


“Banyak harapan masyarakat NTT yang dititipkan kepada Undana. Kita harus terus menjadi institusi yang berdampak,” tegas Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., merujuk pada pesan penting yang disampaikannya saat Kick Off Dies Natalis ke-64 Undana pada 5 Juni 2026.
Replikasi Konsep Berdampak oleh Seluruh Fakultas dan Unit Kerja
Inovasi perayaan yang menyasar ruang publik di luar lingkungan kampus ini sejalan dengan arahan rektorat agar momentum Dies Natalis tidak sekadar menjadi ajang perayaan usia universitas secara internal semata. Kehadiran ratusan sivitas akademika di jalanan kota dirancang sebagai sarana untuk memperkuat kebersamaan serta menghadirkan kemanfaatan sosial yang riil.
Rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Undana selanjutnya akan terus diteruskan oleh fakultas dan unit kerja lainnya di lingkungan universitas dengan mengusung konsep kegiatan berdampak serupa. Melalui model jalan sehat yang dipadukan dengan aksi bersih lingkungan ini, Undana berkomitmen untuk terus mendorong seluruh sivitas akademika hadir, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan hidup.

Mengubah Euforia Seremonial Menjadi Kontribusi Sosial Nyata di Tengah Publik
Pengalihan fokus perayaan Dies Natalis ke-64 Undana dari dalam Kampus ke ruang publik kota melalui aksi pemungutan sampah ini membawa dampak perubahan tradisi perayaan yang sangat berharga bagi lingkungan Kota Kupang. Selama ini, peringatan hari jadi institusi perguruan tinggi sering kali terjebak dalam euforia seremonial yang eksklusif, terisolasi di dalam benteng kampus, serta minim interaksi langsung dengan persoalan riil warga di luar pagar akademis.


Ketiadaan keterlibatan publik dalam momen-momen perayaan kampus membuat keberadaan perguruan tinggi terasa jauh dari dinamika masyarakat sekitar dan tidak memberikan dampak ekologis yang terukur. Pola seremonial yang bersifat tertutup tersebut terbukti membatasi fungsi pengabdian masyarakat dan menurunkan kepekaan sosial sivitas akademika.
Melalui integrasi olahraga jalan sehat dan penanganan sampah plastik di kawasan Taman Nostalgia serta ruas jalan protokol ini, ketertutupan perayaan tersebut resmi diakhiri. Aksi lapangan ini membuktikan komitmen Undana dalam menghadirkan solusi atas permasalahan sampah perkotaan secara langsung, sekaligus membangun budaya kepedulian lingkungan yang kuat pada diri civitas akademika.



Replikasi konsep serupa oleh seluruh fakultas memastikan bahwa perayaan perayaan institusi kampus di NTT tidak lagi berujung pada pemborosan anggaran seremonial, melainkan mentransformasikan momentum perayaan usia universitas menjadi gerakan sosial yang berdampak langsung bagi kebersihan lingkungan dan kesejahteraan warga Kota Kupang. (Audc)
Editor : Ollien Manggol – Foto : Jeje Parera



