KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Rektorat Undana, Kupang, pada Jumat (17/7/2026). Kesepakatan yang berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (tridharma) ini ditandatangani langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dengan disaksikan jajaran pimpinan universitas, para wakil rektor, Direktur Pascasarjana, serta Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi.
Rektor Undana menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan harus segera ditindaklanjuti menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional. Kabupaten Sikka telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan kerja sama, sehingga sumber daya manusia (SDM), anggaran riset, hingga program pengabdian Undana akan diarahkan secara bertahap untuk menjawab kebutuhan prioritas pembangunan daerah setempat.
Pelaksanaan RPL Birokrasi, KKN Tematik, dan Pembukaan Prodi Spesialis


Guna memepercepat implementasi kegiatan, prosesi penandatanganan MoU hari itu langsung diikuti oleh penandatanganan PKS antara Direktur Pascasarjana Undana, Dr. Hamza Wulakada, M.Si., dengan Bupati Sikka. Dalam waktu dekat, kerja sama ini akan memfasilitasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sikka guna menggenjot kapasitas birokrasi, serta diteruskannya pengiriman mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mulai November mendatang.
Di sektor kesehatan, Pemkab Sikka menaruh harapan besar agar Undana dapat mendukung penguatan layanan medis rumah sakit rujukan daerah melalui pembukaan program studi dokter spesialis, seperti Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Anestesi. Langkah ini disinergikan dengan program Pemkab Sikka bertajuk “satu keluarga miskin ekstrem satu sarjana” agar putra-putri daerah dapat mengakses pendidikan spesialis tanpa harus keluar dari wilayah NTT.

“Kami ingin MoU ini langsung ditindaklanjuti menjadi PKS dalam berbagai bidang, baik skala kecil maupun menengah. Kami juga memiliki mitra, termasuk Universitas Nusa Nipa, sehingga pelaksanaan Tri Dharma tidak hanya menjadi menara gading, tetapi benar-benar menjadi menara air yang memberi solusi bagi masyarakat,” tegas Prof. Jefri Bale.
Kaji Potensi PAD, UMKM, dan Pengembangan Hub Perikanan Flores
Di sisi pembangunan ekonomi, Bupati Sikka yang juga merupakan alumni Fakultas Hukum Undana mendorong keterlibatan pakar akademisi dalam menyusun kebijakan berbasis data (evidence-based policy). Riset terpadu Undana diharapkan dapat membedah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan UMKM, pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan, hingga sektor kelautan.
Pemkab Sikka membidik kawasan daerahnya untuk dikembangkan sebagai pusat (hub) perikanan di wilayah Flores, sehingga membutuhkan pengawalan riset dan pendampingan ilmiah terstruktur dari civitas akademika Undana.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi penting dalam pengambilan kebijakan daerah. Basis data, hasil penelitian, dan pelibatan akademisi merupakan kebutuhan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Kami berharap berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Sikka dapat dikaji bersama Undana sehingga menghasilkan kebijakan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Mengubah Riset Akademis Menjadi Solusi Tata Kelola Daerah dan Krisis Tenaga Medis
Pengikatan kerja sama teknis antara Undana dan Pemkab Sikka yang langsung ditindaklanjuti dengan PKS Pascasarjana ini membawa dampak perbaikan tata kelola pemerintahan yang sangat vital bagi Kabupaten Sikka. Selama ini, penyusunan kebijakan pembangunan daerah di tingkat kabupaten kerap berjalan tanpa ditopang oleh basis data dan kajian ilmiah yang presisi, sehingga program yang diluncurkan rawan tidak tepat sasaran. Di sisi lain, keterbatasan dokter spesialis di rumah sakit rujukan daerah serta minimnya akses pendidikan tinggi bagi warga miskin ekstrem terus menjadi kendala sistemik yang melanggat ketimpangan sosial di wilayah Flores.
Pola perumusan kebijakan yang minim data ilmiah serta krisis pemenuhan dokter spesialis tersebut terbukti menyandera kualitas pelayanan publik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui komitmen penyediaan riset kebijakan, program sarjana bagi keluarga miskin ekstrem, serta pembukaan prodi spesialis medis oleh Undana ini, kebuntuan pembangunan tersebut resmi diurai.

Dampak jangka panjangnya, Pemkab Sikka dijamin memiliki pijakan sains dan data yang valid untuk mengoptimalkan potensi PAD serta mewujudkan Sikka sebagai hub perikanan Flores. Penyelenggaraan program RPL akan meningkatkan kapasitas ASN birokrasi, sementara penyiapan prodi dokter spesialis Obgin dan Anestesi memastikan ketersediaan tenaga medis lokal yang memadai tanpa perlu bergantung pada luar daerah. Langkah strategis ini membuktikan peran Undana sebagai “menara air” yang hadir memberikan pemecahan masalah nyata bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Ref)
Editor : Ollien Manggol – Foto : Aisah



