Undana Talk Eps. 18 : Bawa Pulang 3 Medali Emas dari Malaysia, PSM Bella Cantare Undana Cetak Sejarah Internasional

KUPANG — Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Bella Cantare, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Delegasi tarik suara kebanggaan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berhasil memborong tiga medali emas (three gold medals) sekaligus menyabet gelar juara pertama (The Winner) dalam kategori Mix Choir pada ajang bergengsi Sarawak International Choir Festival and Symposium 2026 yang berlangsung di Malaysia.

Prestasi historis ini dikupas tuntas oleh Ketua PSM Bella Cantare Undana, Umbu Awang Marturia Kulandima, dalam tayangan Undana Talk Season 3 di Kupang. Umbu memaparkan bahwa raihan tiga medali emas ini didapatkan setelah menyisihkan sejumlah kelompok paduan suara tangguh dari empat negara, termasuk Filipina dan Singapura yang selama ini dikenal sebagai raksasa paduan suara dunia. Kemenangan ini sekaligus menjadi kado persembahan spesial bagi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Undana.

Disiplin Ketat Lima Bulan dan Operasi Dua Kloter Udara

Umbu mengungkapkan bahwa keberhasilan membawa pulang gelar juara dari Sarawak, Malaysia, tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses latihan spartan selama lima bulan penuh sejak Januari 2026. Sebanyak 29 mahasiswa terpilih bersama satu dirigen (conductor) digembleng setiap hari dari pukul 17.00 hingga 22.00 WITA untuk mematangkan harmonisasi vokal dari tujuh lagu kompetisi.

Perjalanan menuju medan laga dimulai pada 18 Juni 2026. Mengingat keterbatasan logistik penerbangan, delegasi berkekuatan total 35 personel—termasuk Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Biro, serta tim pembina—terpaksa dibagi ke dalam dua kloter pemberangkatan.

Ketua PSM Bella Cantare Undana, Umbu Awang Marturia Kulandima,

“Kloter kedua baru mendarat di Sarawak pada pagi hari tanggal 19 Juni dan langsung dijemput panitia ke lokasi perlombaan untuk bertanding di kategori Mix Choir. Berkat komitmen dan pelayanan, ketegangan fisik itu terbayar lunas saat kami diumumkan sebagai peringkat pertama dan melaju ke babak final pada tanggal 20 dan 21 Juni,” urai Umbu Awang.

Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Rektor Undana yang memberikan dukungan penuh sejak proposal disetujui pada Desember 2025. Pihak universitas memfasilitasi seluruh kebutuhan anggaran dan akomodasi, menjadikan momentum ini sebagai debut perdana PSM Bella Cantare melebarkan sayap kompetisi ke luar negeri.

Buka Audisi Generasi Ke-22 pada Agustus Mendatang

Sebagai wadah regenerasi talenta lokal, PSM Bella Cantare dijadwalkan kembali membuka pos audisi penerimaan anggota baru Generasi ke-22 pada 22 Agustus 2026 mendatang. Pendaftaran ini dikhususkan bagi mahasiswa baru dan mahasiswa semester awal yang memiliki komitmen kuat.

Persyaratan utama yang wajib disiapkan oleh calon peserta audisi meliputi:

  • Kemampuan dasar olah vokal (menyanyi).
  • Mempersiapkan dua materi lagu (opsi lagu wajib dan lagu bebas).
  • Kemampuan membaca notasi (baik not angka maupun not balok).
  • Nilai tambah berupa keterampilan bermain instrumen musik.

Membentuk Pabrik Konduktor dan Memutus Stigma Rendah Diri Pemuda NTT

Keberhasilan PSM Bella Cantare Undana menyabet tiga medali emas di Malaysia ini membawa dampak psikologis dan sosial bagi eksistensi anak muda di NTT. Selama ini, pemuda dan mahasiswa di wilayah kepulauan sering kali dihantui oleh krisis kepercayaan diri dan mentalitas inferior (rendah diri) saat harus berhadapan dengan perwakilan kota besar atau negara tetangga dalam kompetisi internasional. Ada anggapan keliru bahwa talenta dari daerah terpencil tidak akan mampu menandingi kematangan teknik vokal modern dari negara luar seperti Filipina.

Ketidakpercayaan diri ini membuat banyak potensi seni dan akademik di NTT mandek, terkubur, dan tidak pernah berani melangkah keluar dari zona nyaman daerah. Melalui pembuktian emas di Sarawak ini, PSM Undana sukses menghancurkan mentalitas inferior tersebut. Dampak jangka panjangnya, prestasi ini memberikan terapi kejut psikologis yang meningkatkan harga diri (self-esteem) seluruh mahasiswa Undana bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk merajai panggung dunia.

Selain itu, pola latihan di dalam PSM didesain bukan sekadar untuk mencetak penyanyi panggung, melainkan sebagai inkubator pelatih (choir directors). Setelah lulus dari Undana, para alumni Bella Cantare akan pulang ke kampung halaman masing-masing untuk mendirikan, melatih, dan menstrukturkan paduan suara di gereja maupun sekolah pelosok NTT. Langkah ini mengubah potensi bakat alam masyarakat menjadi keahlian profesional yang terstandarisasi, sekaligus mengukuhkan Undana sebagai poros utama pencetak agen perubahan kebudayaan dan seni di Indonesia Timur. (Ika)

Editor : Ollien Manggol – Foto : Maressa Solle


Full Video :